Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang mengatakan Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan. Peristiwa itu diprediksi terjadi pada 6 September 2021 hingga 21 Oktober 2021.

Dijelaskan, hari tanpa bayangan merupakan fenomena di mana matahari akan tepat berada di atas langit Indonesia.

“Ketika posisi matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai hari tanpa bayangan matahari,’ ujar Andi dikutip dari CNN Indonesia, Senin (30/8/2021).

Lebih lanjut, Andi mengatakan hari tanpa bayangan dapat diamati pada 9 Oktober 2021, sekitar pukul 11.39 WIB.

Andi mengemukakan, kondisi itu terjadi karena Indonesia memiliki letak geografis astronomi 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan, serta dibelah oleh garis khatulistiwa. Dengan kondisi itu, matahari berada tepat di atas langit Indonesia dua kali dalam setahun.

Peristiwa terakhir terjadi pada akhir Februari 2021 hingga awal April 2021. Sementara peristiwa kedua akan dinikmati pada 6 September 2021 hingga 21 Oktober 2021 nanti.

Andi mengatakan fenomena hari tanpa bayangan matahari kerap terjadi dua kali juga setahun, untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis, yaitu Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).
Sementara, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, dijelaskan Andi hanya akan mengalami hari tanpa bayangan Matahari sekali dalam setahun, yaitu saat Solstis Juni untuk Garis Balik Utara maupun Solatis Desember untuk Garis Balik Selatan.Pada ketiga wilayah tersebut Matahari tidak akan berada di zenit ketika tengah hari sepanjang tahun, melainkan condong ke selatan untuk belahan bumi utara, maupun agak condong ke utara untuk belahan bumi selatan.Di samping itu Andi juga menjelaskan cara paling sederhana bagi masyarakat untuk bisa mengamati detik-detik fenomena tanpa bayangan. Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain.Andi menjelaskan benda itu dapat digunakan untuk mengetahui fenomena langit tanpa bayangan matahari dengan diletakkan di permukaan yang rata, dan kemudian bisa diamati sesuai dengan jam yang telah ditentukan. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber; CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler