Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kulonprogo — Sebanyak 1.821 ibu hamil di Kulonprogo bakal divaksin secara bertahap. Hanya saja, ribuan ibu hamil tersebut akan divaksin menggunakan vaksin Sinovac.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan dipilihnya vaksin Sinovac bukan tanpa alasan.

Vaksin Moderna yang sudah disuntikkan kepada sejumlah nakes nampaknya menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang cukup signifikan.

”Meskipun, secara teori itu (KIPI) masuk dalam kejadian tidak serius. Oleh karena itu, kami memutuskan vaksinasi Covid-19 ibu hamil di Kulonprogo menggunakan vaksin Sinovac,” kata Baning seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (28/8/2021).

Atas dasar itu, vaksinasi ibu hamil di kabupaten Kulonprogo diputuskan menggunakan Sinovac. Selain itu, para ibu hamil yang akan divaksin berada di rentan usia kehamilan 13 sampai dengan 33 pekan.

”Saat ini, pelaksanaannya juga masih kita jadwalkan. Sesegera mungkin akan kami lakukan. Saat ini, kami tengah melakukan penjadwalan di masing-masing puskesmas di mana ibu hamil tersebut berdomisili,” terang Baning.

Upaya vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di Kulonprogo bertempat di puskesmas juga dikarenakan sejumlah faktor. Pertama, proses screening yang dilakukan oleh nakes bisa berlangsung secara maksimal. Kedua, pemantauan KIPI terhadap ibu hami yang telah disuntikkan vaksin Covid-19 juga lebih mudah.
“Supaya pemantauan bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Kita berharap tidak ada KIPI yang terjadi secara signifikan ya. Sekali lagi, kami menggunakan vaksin Sinovac untuk ibu hamil, bukan Moderna,” sambung Baning.Pemerintah Kabupaten Kulonprogo terus mengebut upaya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan terhadap sejumlah kelompok masyarakat. Hal tersebut menyusul target vaksinasi Covid-19 dosis pertama menyentuh angka 100 persen pada Oktober mendatang.Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan dalam sehari angka vaksinasi Covid-19 di wilayah kabupaten Kulonprogo saat ini mencapai angka 4.000 dosis. Angka tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang mencapai 2.500 dosis per hari.“Kalau bisa dipercepat ya sebenarnya kami menargetkan sebanyak 6.000 dosis per hari. Tapi ya rata-rata per hari mencapai 4.000 dosis vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dilakukan oleh fasyankes, Kalurahan, maupun Kapanewon,” kata Sutedjo. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler