Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah di Sumatra Utara (Sumut) dan An-Nadzir di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan merayakan Iduladha 1442 Hijriah hari ini (19/7/2021). Mereka pun melaksanakan Salat Iduladha dan menyembelih hewan kurban.

Dilansir CNNIndonesia.com, Jemaah Tarekat ini menetapkan 10 Dzulhijjah 1442 Hijriah sesuai dengan perhitungan kalender hisab Qamariyah.

“Kita laksanakan Iduladha sesuai kalender tetap di tarekat kita. Jadi memperhatikan petunjuk dan arahan dari tuan guru kita yaitu Buya Syekh Muhammad Nur Ali selaku Mursi Bahwa 10 Zulhijjah 1442 H bertepatan hari ini,” kata Dewan Mursidin Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah, Syekh Muda Markum.

Salat Iduladha pun tidak hanya dipusatkan di Pesantren Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun. Beberapa tempat di Pondok Pesantren Naqsabandiyah di Kawasan Marindal, Medan dan sekitarnya juga menggelar Salat Iduladha.

“Jadi telah diatur sesuai penyekatan yang dilakukan Pemerintah. Untuk masyarakat dan sekitarnya Salat Iduladha diadakan di Marendal. Tuan Guru kita juga mengimbau agar tetap laksanakan prokes,” urainya.

Usai Salat Iduladha, Tarekat menyebelih hewan kurban sebanyak 1 ekor sapi dan tiga ekor kambing.

Sementara, Jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merayakan dan melaksanakan Salat Iduladha berhasarkan hasil perhitungan hilal. Menurut Pimpinan Jemaah An Nadzir, Ustaz M Samiruddin Pedemmui, hari ini (19/7/2021) tepat 10 Dzulhijjah 1442 Hijriah.
“Kemarin itu pas tanggal 10 Juli, hari Sabtunya sudah terjadi pergantian bulan, sehingga dari situlah kita berhitung, tanggal 19 Juli ini jatuh 10 Dzulhijjah, sehingga kita laksanakan salat Iduladha,” kata Ustaz M Samiruddin, seperti dikutip CNNIndonesia.com.Selama pelaksanaan Salat Ied, kata Samiruddin seluruh jemaah tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia menambahkan jauh sebelum PPKM Darurat Jemaah An Nadzir sudah menerapkan prokes.“Bahwasanya di An Nadzir ini, sebelum kebijakan-kebijakan tentang lockdown PSBB, PPKM itu, kita sudah 10 tahun lebih di sini melakukan itu dan rata-rata aktivitas ini adalah pertanian. Ibu-ibu tinggal di rumah saja, hanya 12 orang saja yang beraktivitas di luar,” jelasnya.Setelah melaksanakan Salat Iduladha, Jemaah An Nadzir menyembelih tiga ekor sapi yang akan dibagikan kepada seluruh jemaah dan masyarakat sekitar. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler