Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Yogyakarta – Baru-baru ini beredar di media sosial video viral seorang wanita melahirkan berdiri di halaman rumah sakit.

Dalam video, tampak perempuan melahirkan sambil berdiri di dekat ATM di halaman rumah sakit. Bayinya  dipegangi seorang laki-laki di belakangnya, sedangkan tali pusarnya Nampak masih tersambung dengan plasenta yang masih belum terlihat.

Belakangan, peristiwa itu diketahui terjadi di RS Pratama, Kota Yogyakarta. Direktur RS Pratama, Kota Yogyakarta, Abdul Latif membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Senin (12/7/2021) pagi.

“Kejadian tersebut Senin pagi, ibu melahirkan saat baru datang di RS. Jadi datang ke RS sudah kondisi hampir lahir dan mbrojol (bayinya keluar) di depan UGD,” kata Latif seperti dilansir detik.com, Selasa (13/7/2021).

Latif menjelaskan, setelah kedatangan pasien, petugas medis dan satpam yang berjaga langsung memberikan pertolongan. Tapi, pertolongan itu ternyata tak ikut dimasukkan dalam video yang beredar.

“Perekam tersebut tidak merekam tindakan petugas medis RS dan satpam yang melakukan pertolongan segera setelah mbrojol,” jelasnya.

Ia menegaskan, sebagai fasilitas kesehatan (faskes) pihaknya tetap berpedoman pelayanan seoptimal mungkin. Baik itu kepada pasien Covid-19 maupun non-Covid-19.“Saat pasien datang, belum lengkap data-datanya terkait status Covid-19 karena keburu melahirkan. Dengan demikian kami tetap lakukan swab PCR sebagai penegakan diagnosis utama kepada ibu yang melahirkan,” kata Latif.Sesuai dengan prosedur, lanjut Latif, pasien wajib untuk dilakukan test PCR. Langkah itu sebagai bentuk antisipasi perlakuan terhadap pasien. Ia mengatakan, saat ini kondisi sang ibu dan anak sehat. Mereka masih dalam perawatan rumah sakit.“Dalam perawatan RS. Alhamdulillah bayi maupun ibunya dalam kondisi baik,” jelasnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler