Vaksin Sputnik V Bakal Masuk Indonesia, Diklaim Efektif Lawan Varian Delta
Murianews
Rabu, 14 Juli 2021 15:26:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Vaksin Sputnik V segera mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kabarnya, vaksin asal Rusia itu diklaim efektif melawan varian baru virus Corona, termasuk varian Delta.
Dilansir, detik.com, klaim itu tertuang dalam penelitian Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis internasional terkemuka pada 12 Juli.
Para peneliti Gamaleya Research Institute menyebutkan, vaksiin Sputnik V menghasilkan titer antibodi pada varian baru virus Corona, seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Seperti diketahui, varian Delta diyakini memicu lonjakan Covid-19 di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.
“Tes yang dilakukan telah menunjukan efektivitas vaksin Sputnik V terhadap strain baru yang lebih berbahaya dan menular, tetap lebih tinggi daripada banyak vaksin lainnya,” demikian klaim CEO RDIF Kirill Dmitriev.
Tes itu dilakukan dengan melihat respon imun yang dihasilkan vaksin Sputnik V terhadap varian baru ini dengan respon yang dihasilkan pada varian leluhur B.1.1.1 atau C.37 (Lambda) dari SARS-CoV-2. Proses ini dilakukan dengan mendapatkan serum darah dari individu yang mendapatkan dua dosis vaksin Sputnik V.
Peneliti juga mempelajari virus-neutralizing activity (VNA) atau respons imun yang dihasilkan vaksin Sputnik V berbasis adenovirus. Studi ini melibatkan penggunaan virus hidup, yang menurut RDIF akurasi hasil studi bisa diandalkan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Vaksin Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Vaksin Sputnik V segera mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kabarnya, vaksin asal Rusia itu diklaim efektif melawan varian baru virus Corona, termasuk varian Delta.
Dilansir,