Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Vaksin Sputnik V segera mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kabarnya, vaksin asal Rusia itu diklaim efektif melawan varian baru virus Corona, termasuk varian Delta.

Dilansir, detik.com, klaim itu tertuang dalam penelitian Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis internasional terkemuka pada 12 Juli.

Para peneliti Gamaleya Research Institute menyebutkan, vaksiin Sputnik V menghasilkan titer antibodi pada varian baru virus Corona, seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Seperti diketahui, varian Delta diyakini memicu lonjakan Covid-19 di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

“Tes yang dilakukan telah menunjukan efektivitas vaksin Sputnik V terhadap strain baru yang lebih berbahaya dan menular, tetap lebih tinggi daripada banyak vaksin lainnya,” demikian klaim CEO RDIF Kirill Dmitriev.

Tes itu dilakukan dengan melihat respon imun yang dihasilkan vaksin Sputnik V terhadap varian baru ini dengan respon yang dihasilkan pada varian leluhur B.1.1.1 atau C.37 (Lambda) dari SARS-CoV-2. Proses ini dilakukan dengan mendapatkan serum darah dari individu yang mendapatkan dua dosis vaksin Sputnik V.

Peneliti juga mempelajari virus-neutralizing activity (VNA) atau respons imun yang dihasilkan vaksin Sputnik V berbasis adenovirus. Studi ini melibatkan penggunaan virus hidup, yang menurut RDIF akurasi hasil studi bisa diandalkan.

“RDIF akan terus mendukung studi lebih lanjut tentang kemanjuran Sputnik V terhadap galur baru sambil juga menganalisis peluang untuk bermitra dengan produsen vaksin terkemuka lainnya untuk mengembangkan koktail vaksin menggunakan suntikan pertama Sputnik V,” kata CEO RDIF Kirill Dmitriev.Sementara, Direktur Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya, Alexander Gintsburg mengklaim, vaksin Sputnik V adalah vaksin Covid-19 yang paling efektif melawan varian baru Corona.Vaksin Sputnik V diketahui sudah digunakan di 67 negara di dunia, dengan total populasi lebih dari 3,5 miliar. Beberapa di antaranya ialah Meksiko, Argentina, Serbia, Bahrain, Hongaria, San-Marino.“Menunjukkan bahwa Sputnik V adalah salah satu vaksin teraman dan paling efektif melawan virus Corona,” jelas Alexander. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler