Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pendakwah Ustaz Abdul Somat (UAS) menceritakan pengalamannya saat terinfeksi Covid-19. Dia mengaku sampai menulis surat wasiat untuk putranya, Mizyan Haziq Abdillah karena kondisinya yang terus menurun saat itu.

Pengakuan itu diungkapkannya dalam video yang diunggah hdi akun Youtub Ustadz Lovers berjudul ‘DI SAAT UAS MENYANGKA DIRINYA AKAN M4TI’. Video itu telah disaksikan lebih dari 46 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 1.000 tanda like.

“Waktu itu sudah sangka mau mati,” aku UAS dalam video tersebut seperti dikutip oleh Suara.com, Selasa (13/7/2021).

Ia pun memberikan sejumlah pesan bijak pada putranya dalam surat wasiatnya itu.

“Saya tulis surat, saya tulis pesan untuk Haziq , jangan kau ke dukun, jangan kau berzinah, jangan pacaran, jangan kau buat dosa, kalau abis solat kau ajak anak istrimu kirim aku fatihah, karena hari ke-tujuh dan ke-delapan. Itu napas sudah ngos-ngosan siap mati waktu itu,” beber UAS.

Sebelum mengetahui terinfeksi Covid-19, dia mulai tidak sehat setelah pulang dari suatu darah. Saat itu, ia merasakan sensasi tulang dan kepala ditusuk-tusuk mirip gejala orang terinfeksi Covid-19. Kondisi itu dialami sejak hari pertama hingga ketiga setelah pulang dari daerah itu.

“Hari pertama saya rasakan macem tulang-tulang putus. Masuk hari kedua-ketiga saya letakan peci di kepala nih macam ditusuk jarum,” cerita UAS.

UAS yakin, itu gejala Covid-19 meski tidak memeriksakan diri ke dokter. Gejala semakin bertambah saat memasuki hari keempat, dimana UAS mengalami anosmia atau hilang indera penciuman.

“Abis itu hari keempat, kelima saya cium parfum enggak ada baunya, saya beli durian, saya colek enggak ada baunya lagi,” kata UAS.Ia mulai menuliskan surat wasiat ke anak setelah kondisinya memburuk di hari ketujuh. Kala itu, ia sudah mulai kesulitan bernapas dan ngos-ngosan.Beruntung, UAS masih bisa sembuh setelah minum madu dan vitamin. Ia membagikan cara bagaimana dirinya bisa lolos dari maut saat terinfeksi Covid-19 dengan teratur meminum vitamin.“Yang saya lakukan, minum madu setiap satu jam, saya masukan madu ke botol, setiap sejam saya minum, kemudian vitamin C dalam air, 1 hari 3 kali pagi-siang-malam,” jelas UAS.Tak sampai di situ, UAS juga mendapatkan minyak kayu putih dari Gubernur Ambon hingga 5 liter. Ia pun terus menyemprotkan minyak kayu putih itu ke masker setiap 3 jam.“Kemudian saya dapet minyak kayu putih dapat dari Gubernur Ambon dapet 5 liter, saya semprotkan ke masker diganti setiap 3 jam dan banyak-banyak shalawat,” lanjutnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Suara.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler