Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – PT Kimia Farma TBK (KAEF) menunda pelaksanaan vaksinasi gotong royong untuk berbayar. Pemberitahuan penundaan vaksinasi berbayar itu disampaikan Sekertaris kimia Farma Ganti Winarno Putro, Senin (12/7/2021).

“Betul (vaksinasi ditunda),” ujar Ganti, dikutip dari suara.com.

Adapun berikut pemberitahuan manajemen Kimia Farma atas penundaan vaksinasi berbayar:

Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya.

Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat Manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia.

Menurut Plt Direktur Utama KFD, Agus Chandra pelaksanaan vaksinasi itu mengacu pada Permenkes No. 19 Tahun 2021, program Vaksinasi Gotong Royong (VGR), kemudian diperluas bagi individu/perorangan. Pembiayaannya ditanggung oleh individu tersebut atau suatu Badan Hukum atau Badan Usaha.

Sejak awal, Vaksinasi Gotong Royong menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan Vaksinasi Program Pemerintah. Untuk Vaksinasi Gotong Royong, vaksin yang digunakan adalah Sinopharm.

Sedangkan Vaksin Program Pemerintah yang disediakan untuk masyarakat menggunakan Sinovac dan Astra Zeneca.

Sementara harga VGR Individu sama dengan VGR perusahaan sesuai dengan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong.
Adapun, Harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.Dalam pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Individu, yang secara resmi digelar pada Senin 12 Juli, KFD menyediakan 8 klinik di 6 kota di Jawa dan Bali.Menanggapi penundaan itu, Politikus Partai Demokrat Syahrial Nasution menyuarakan kritiknya. Menurut dia, langsung batalkan saja, jangan pakai istilah ditunda.Syahrial Nasution mengatakan, di masa pandemi seperti ini, bukan waktunya mencari pundi-pundi uang. Vaksin Covid-19 untuk rakyat, imbuh Syahrial Nasution, harus gratis.“Sudahlah. Jangan pakai istilah tunda, batalkan! Sedang pandemi, bukan waktunya cari cuan. Pemerintah bertanggung jawab terhadap keselamatan nyawa rakyatnya. Vaksin Covid-19 untuk rakyat harus GRATIS,” cuit Syahrial seperti dikutip dari akun jejaring sosial Twitter, @syahrial_nst, Senin (12/7/2021).Selain itu, Syahrial juga berkicau Presiden Jokowi mesti memimpin langsung perang melawan Covid-19. Hal ini menurut dia, supaya tidak terjadi lagi kekonyolan-kekonyolan.“Sekali lagi, presiden harus pimpin langsung perang lawan Covid-19. Supaya kekonyolan ABS tidak terjadi,” kicau Syahrial. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Suara.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler