Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mempertanyakan kemampuan pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Mereka khawatir bangsa Indonesia tak terselamatkan.

Bermula dari Ibas yang mengkritik keras soal kemampuan pemerintah menghadapi pandemi. Dia tak ingin Indonesia gagal dalam menangani pandemi virus Corona itu.

“Begini ya, COVID-19 makin 'mengganas'. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut failed nation atau bangsa gagal karena tak mampu selamatkan rakyatnya,” kata Ibas seperti dilansir detik.com, Kamis (8/7/2021).

Tak lama, AHY turut mengkritik kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19. Dia mengawalinya dengan membicarakan status ekonomi Indonesia. Di mana, Bank Dunia resmi mengumumkan Indonesia masuk kategori negara dengan penghasilan menengah ke bawah.

Asesmen Bank Dunia per 1 Juli 2021 menyatakan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun menjadi USD 3.870. Padahal, tahun lalu GNI per kapita Indonesia berada di level USD 4.050. Capaian tersebut membuat Indonesia naik kelas menjadi upper-middle income country atau negara berpenghasilan menengah ke atas.
AHY menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak ideal. Namun, menurutnya, masalah intinya bukan pada status kelas penghasilan menengah ke bawah.“Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari COVID?” kata AHY. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler