Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Politikus senior, Amien Rais menilai Indonesia saat ini acakadut dan kacau imbas dari pancemi Covid-19. Kritikan itu muncul karena dia melihat pemerintah kerepotan menanggulangi pandemi.

Beberapa kali, lanjutnya, muncul perbedaan pendapat antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pandemi Covid-19. “Terkesan bangsa ini masuk dalam situasi chaos, situasi acakadut, dan simpang siur,” kata Amien di konferensi pers peluncuran Buku Putih TP3, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (7/7/2021).

Amien menyebut, kegaduhan itu muncul karena adanya informasi simpang siur. Selain itu, kekacauan juga dikarenakan buzzer yang kerap membuat gaduh di media sosial.

“Perang antara kritisi dengan buzzer bayaran semakin lama semakin gaduh,” kata Amien.

Meski begitu, Amien meminta masyarakat untuk tetap berusaha dan berdoa menghinidari wabah virus corona. Amien juga berharap penerapan PPKM darurat dapat menekan angka penularan yang sedang melonjak tinggi.

Dia pun mewanti-wanti agar jangan ada orang yang memanfaatkan pandemi untuk meraih keuntungan pribadi. Terutama para koruptor. Diketahui, sempat ada kasus korupsi di tengah pandemi, yakni ketika mantan Mensos Juliari Batubara terjerat kasus bansos Covid-19. Dia sudah menjadi tersangka kasus korupsi.
“Jangan juga jadikan wabah sekarang ini jadi kesempatan emas, bagi siapa? Buat koruptor dan predator. Itu terkutuk,” katanya.Sebelumnya, kritik juga disampaikan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Menurut Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu, pemerintah seolah tak berdaya menghadapi pandemi Covid-19.“Pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Kurangnya tabung oksigen, misalnya, menunjukkan antisipasi yang lemah dari pemerintah,” kata Ibas. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler