Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan wilayah Jawa Tengah paling sedikit produksi oksigen di Tanah Air. Penjelasan itu disampaikannya saat dia menjelaskan produksi oksigen Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Dilansir detik.com, Menkes Budi Gunadi mulanya menjelaskan sebelumnya, produksi oksigen di Indonesia untuk sector kesehatan hanya 25 persen saja. Sedangkan, mayoritas produksi oksigen itu untuk keperluan industri.

“Kapasitas produksi oksigen nasional ada 866 ribu ton per tahun, tapi semua pabrik itu sekarang utilitasnya 75 persen, jadi yang riil diproduksi setiap tahun adalah 640 ribu ton. Dari itu, 75 persen dipakai untuk oksigen industri seperti industri baja, nikel, smelter, kemudian juga koper smelter, itu 458 ribu (ton). Yang medis hanya 25 persen (atau) 181 ribu ton per tahun,” kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin (5/7/2021).

Di tengah krisis oksigen ini, 90 persen produksi oksigen dialihkan ke sektor medis.
“Ada isu dari sisi distribusi, karena memang Jawa tengah paling sedikit produksi oksigennya di antara daerah lainnya. Banyaknya ada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Jadi, harus ada logistic yang disalurkan ke sana,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler