Diduga Hendak Ledakkan Gereja, 10 Terduga Teroris di Merauke Diamankan Densus 88
Murianews
Minggu, 30 Mei 2021 10:17:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Merauke - Tim Densus 88 Antiteror mengamankan sepuluh orang terduga teroris di Merauke, Papua, Sabtu (29/5/2021). Para terduga teroris itu diduga hendak melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji yang dihubungi dari Jayapura, mengakui sepuluh orang terduga teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5/2021).
Mereka diduga hendak aksi bom bunuh diri di sejumlah gereja yang ada di Merauke, Jagebob, Kurik, Semangga, dan Tanah Miring.
"Namun, karena anggota sudah bersiaga maka aksi mereka tidak bisa terwujud," kata Untung seraya meminta wartawan agar bersabar karena masih dalam penyelidikan seperti dikutip Antara.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ILUSTRASI[/caption]
MURIANEWS, Merauke - Tim Densus 88 Antiteror mengamankan sepuluh orang terduga teroris di Merauke, Papua, Sabtu (29/5/2021). Para terduga teroris itu diduga hendak melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji yang dihubungi dari Jayapura, mengakui sepuluh orang terduga teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5/2021).
Mereka diduga hendak aksi bom bunuh diri di sejumlah gereja yang ada di Merauke, Jagebob, Kurik, Semangga, dan Tanah Miring.
"Namun, karena anggota sudah bersiaga maka aksi mereka tidak bisa terwujud," kata Untung seraya meminta wartawan agar bersabar karena masih dalam penyelidikan seperti dikutip