Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta - Indonesia kembali menerima 8 juta dosis vaksin Sinovac, hari ini, Selasa (25/5/2021). Hanya saja, jutaan vaksin yang diterima kali ini berbentuk bahan baku atau bulk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, dengan kedatangan vaksin ini, jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia menjadi 83,9 juta dosis yang merupakan kombinasi antara vaksin jadi dan bulk.

Untuk vaksin bulk, nantinya akan diolah oleh Bio Farma sehingga bisa menjadi vaksin jadi dan siap didistribusikan serta digunakan dalam program vaksinasi Covid-19.

"Pemerintah selalu menjaga ketersediaan stok vaksin agar pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan target tahapan yang telah ditetapkan," katanya seperti dikutip Solopos.com.

Dengan kedatangan 8 juta dosis vaksin Sinovac berbentuk bulk ini, dia memastikan pemerintah selalu menjamin keamanan, mutu dan khasiatnya.

Sehingga tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin. Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM yang sudah mendapat pertimbangan dari ITAGI, WHO, dan para ahli.

"Presiden Joko Widodo menyebut vaksinasi COVID-19 adalah merupakan game changer, yaitu salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan kita untuk mengakhiri pandemi ini,"
"Presiden Joko Widodo menyebut vaksinasi COVID-19 adalah merupakan game changer, yaitu salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan kita untuk mengakhiri pandemi ini,"ujar Airlangga.Untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, menurut Airlangga, dibutuhkan 70% penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia perlu divaksinasi.Dalam percepatan tercapainya herd immunity itu, Airlangga menambahkan, pemerintah segera memulai vaksinasi tahap ketiga yaitu bagi masyarakat rentan dengan dengan beberapa kriteria yang diperhatikan seperti aspek geospasial dengan angka kejadian Covid-19 yang tinggi/zona merah; dan aspek sosial ekonomi.Pada kesempatan itu, dia mengatakan pemerintah akan berupaya keras untuk suksesnya vaksinasi di Indonesia. Namun, kunci dari keberhasilannya adalah harus didukung oleh semua pihak, semua komponen masyarakat dari seluruh bagian Indonesia. Dan tentunya dengan tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler