Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Takalar – Nasib nahas dialami Baso Daeng Sallang, imam masjid di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga Galesing Selatan itu dibacok keponakannya sendiri Arsyad Daeng Salli.

Kapolsek Galesong Selatan, Takalar, Iptu Muhammad Ashar mengatakan, pembacokan itu dilakukan pelaku karena kesal diceramahi untuk salat berjemaah di masjid.

"Pelaku keponakan korban sendiri. Berdasarkan keterangan pelaku, ia kesal sering diceramahi untuk salat berjamaah di masjid," ujar Iptu Muhammad Ashar seperti dikutip Detik.com, Kamis (22/4/2021).

Ia menjelaskan, korban awalnya bertemu dengan pelaku saat kultum di masjid Senin (19/4/2021). Kala itu, pelaku diceramahi agar rajin salat berjemaah di masjid. Namun pelaku tak menggubris.

"Dia ingatkan (pelaku) kenapa tidak salat," kata Iptu Ashar.

Rupanya pelaku diduga menyimpan dendam karena ceramah tersebut. Lalu saat korban makan bakso tak jauh dari rumahnya di Desa Saro, Kecamatan Galesong Selatan, pukul 20.30 Wita, Senin (19/4/2021), pelaku tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor dan langsung membacok korban.

"(Korban) Dibacok lengannya satu kali," katanya.

Korban sendiri sempat dirawat di rumah sakit namun kini telah dipulangkan ke rumah. Sementara pelaku menyerahkan diri pada keesokan harinya."Pada hari Selasa tanggal 20 April 2021 sekitar pukul 04.00 Wita terduga pelaku datang menyerahkan diri di kantor Polsek Galesong Selatan dan diperiksa lebih lanjut," katanya.Menurut Ashar, pelaku sempat diduga tersinggung dengan ceramah sang paman saat kultum di masjid. Namun pelaku tak mengakuinya. Pelaku hanya tersinggung saat diceramahi langsung oleh sang paman, bukan saat korban ceramah di masjid."Ah tidak (tak tersinggung saat korban ceramah di masjid). Pelaku itu diceramahi langsung sama korban, kan keponakannya," jelas Ashar. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.comhttps://www.youtube.com/watch?v=X41Vwo-1-3k

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler