Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Seorang terduga teroris yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (15/4/2021) pagi tadi.

Terduga teroris tersebut diketahui bernama Saiful Basri. Ia diduga terlibat merencanakan pembuatan bom untuk melakukan serangan kepada polisi.

Tak hanya itu, Saiful juga disebutkan mengetahui pembuatan bom serta mengikuti pelatihan percobaan pembuatan bom di Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Benar (terduga teroris menyerahakn diri)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono melalui pesan singkat seperti dikutip Detik.com, Kamis (15/4/2021).

Berdasarkan informasi, begitu terduga teroris menyerahkan diri, ia langsung diamankan di Polsek Pasar Minggu. Selanjutnya, Saiful Basri akan diserahkan kepada Densus 88 Antiteror untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan Saiful Basri menyerahkan diri pada pukul 06.00 WIB tadi.

"Dia menyerahkan diri. Baru habis itu ditangkap," tutur Ramadhan.
Sebelumnya, Polri kembali menyebarkan informasi terkait terduga teroris yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror. Kedua DPO teroris itu adalah Saiful Basri (41) dan Sanny Nugraha (36).Informasi DPO teroris atas nama Sanny Nugraha dan Saiful Basri ini dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono."Benar," ucap Argo singkat, Selasa (13/4).Adapun keterlibatan Sanny Nugraha dan Saiful Basri di antaranya merencanakan pembuatan bom untuk melakukan serangan kepada polisi. Keduanya juga disebutkan mengetahui pembuatan bom serta mengikuti pelatihan percobaan pembuatan bom di Ciampea, Kabupaten Bogor. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler