Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bekasi – Fenomena alam tak biasa terjadi di Bekasi. Fenomena tersebut adalah hujan es yang terjadi di beberapa wilayah bekasi, Rabu (14/4/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara soal fenomena hujan es tersebut. Dari pantauan radar BMKG tampak ada hujan lebat di daerah Bekasi. Ada pembentukan awan yang cukup masif di langit Bekasi.

"Saya melihat siang hari ini terjadi pembentukan awan hujan yang cukup masif, akibat sistem konvektif yang kuat. Salah satu tanda yang mencirikan kita berada di masa peralihan musim dengan seringnya terjadi hujan es dan puting beliung," ujar Koordinator Sub-Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, seperti dikutip Detik.com, Rabu (14/4/2021).

Biasanya, kata Agie, hujan es terbentuk karena keberadaan awan cumulonimbus. Pada awan cumulonimbus ini, terjadi proses updraft dan downdraft yang cukup kuat.

"Adanya seringkali pada lapisan atmosfer tertentu tingkat pembekuan sangat rendah, dikenal dengan istilah Lower Freezing Level," jelas Agie.

Saat ini, radar dari BMKG baru mencatat adanya hujan es di daerah Bekasi. Intensitas hujan es semakin meningkat hingga saat ini.

"Masyarakat tetap diimbau waspada terutama ketika sedang berkendara atau di luar rumah, karena biasanya adanya hujan es juga diiringi oleh adanya awan cumulonimbus yang diikuti hujan lebat dan angin kencang. Sebaiknya (warga) berlindung di tempat yang aman dan bangunan permanen," tambahnya.

Syamsudin Marzuki, salah seorang warga Alam Raya 2 Purigading, Jatimelati, Bekasi menceritakan momen hujan es ini. Hujan es ini diawali dengan hujan lebat yang tiba-tiba."Jadi awalnya itu terang biasa, tiba-tiba seketika hujan. Hujan deras, hujan lebat. Disertai petir. Kita sempat khawatir sama suara ini," kata Syamsudin Marzuki.Dia mengatakan hujan sempat memicu genangan di depan rumahnya. Selanjutnya, dia mengaku mendengar suara seperti batu jatuh di atap rumahnya. Suara itu berasal dari butiran es yang jatuh."Muncul es. Bunyinya cetok-cetok. Bukan (seperti bunyinya) air, itu jenis (bunyi) batu," katanya."Tapi tadi ada banyak begitu jatuh tidak sempat saya audio. Tapi di atap mobil pun kelihatan jelas batu," imbuhnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler