Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Makassar - Polisi menyelidiki kasus ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jumlah pelaku diduga ada dua orang.

"Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono seperti dikutip detik.com, Minggu (28/3/2021).

Mulanya, kata Merdisyam, pada pukul 10.30 WIB, pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan pelat nomor DD-5984-ND hendak masuk ke Gereja Katedral Makassar. Namun, pelaku bom bunuh diri itu sempat ditahan oleh petugas keamanan.

"Ada satu motor yang mau masuk ke dalam parkir, sempat ditahan oleh petugas gereja, dan saat itulah terjadi ledakan yang mengakibatkan korban baik pelaku itu sendiri maupun dari jemaah," kata Merdisyam kepada wartawan.

Medisyam mengatakan akibat ledakan tersebut jasad pelaku menyatu dengan motor. Dugaan sementara saat ledakan terjadi, pelaku masih berada di atas motor.

"Ya kalau dilihat dari TKP, jasad yang ada dengan kendaraan itu menyatu, diduga belum turun karena sempat ditahan oleh petugas gereja," jelas Merdisyam.

Polisi menduga bom yang meledak di depan Gereja Katedral Makassar berjenis high explosive. Namun, menurut polisi, kerusakan yang ditimbulkan dari ledakan itu tidak terlalu parah."Kalau jenis ledakan sementara bisa dikatakan high explosive karena daya ledaknya cukup tinggi," ucap Merdisyam."Gerejanya tidak ada kerusakan berarti, hanya di luar, pintu gerbang dan ada beberapa kendaraan yang dekat dengan ledakan tersebut," ucap Merdisyam.Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban tewas dalam kejadian ini disebut Merdisyam adalah 1 orang pelaku, sedangkan korban luka ada 9 orang, terdiri dari 5 petugas gereja dan 4 jemaat gereja. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News