Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Keputusan otoritas Arab Saudi untuk membuka kembali penerbangan disambut hangat pemerintah Indonesia. Pasalnya, keputusan tersebut diharapkan akan menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan ibadah haji 2021.

Apalagi, sejauh ini belum dikepastian penyelenggaraan ibadah haji 2021 sejak penutupan penerbangan dari 20 negara termasuk Indonesia untuk menekan pandemi Covid-19.

Saat ini, pemerintah Indonesia masih menunggu sikap Kerajaan Arab Saudi terkait hal tersebut. Apakah kerajaan Arab Saudi mengizinkan jemaah Indonesia beribadah haji, atau kembali menerapkan kebijakan seperti tahun lalu, yakni hanya membatasi 1.000 jemaah yang bisa berhaji.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, menyambut baik keputusan otoritas Arab Saudi yang akan membuka kembali penerbangan. Ia menilai, langkah tersebut merupakan sinyal positif tentang kemungkinan terselenggaranya ibadah haji 2021.

“Kita sambut baik keputusan otoritas Arab Saudi yang akan membuka kembali penerbangan tahun 2021 ini, tentu sinyal positif ini kemungkinan akan terselenggaranya ibadah haji. Tahun 2020, pihak kerajaan sama sekali tidak membuka penerbangan,” kata Yandri, saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Perhubungan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta sepertdi dikutip Solopos.com, Senin (15/3/2020).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan pemerintah Indonesia harus bersiap menyambut kemungkinan terselenggaranya ibadah haji 2021. Yakni dengan mempersiapkan calon jemaah sebaik mungkin, serta memberikan vaksin sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.“Jangan sampai ketika sudah dibuka kembali, kuota yang diberikan oleh pihak kerajaan tidak dimaksimalkan dengan baik. Karena efektifitas vaksin dapat dipastikan setelah 2 bulan,” pesan Yandri. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler