Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Seorang petinggi PT Pertamina (persero) dikabarkan dipecat langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemecatan terkait persoalan penggunaan barang impor yang berpengaruh pada tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Kabar tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dalam Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT 2021, Selasa (9/3/2021).

"Ada pejabat tinggi Pertamina kemarin itu dipecat presiden langsung," ujar Luhut seperti dikutip CNN Indonesia.

Sayangnya, Luhut tak menjelaskan secara rinci nama petinggi perusahaan migas pelat merah itu. Dia juga tidak membeberkan waktu pasti kapan pemecatan dilakukan dan siapa penggantinya.

Ia hanya menyampaikan pejabat tersebut sempat bertanya alasan pemecatan. Kala itu, kata Luhut, Jokowi beralasan pemecatan terkait dengan TKDN.

Sebagai catatan, pemerintah memang tengah mendorong kenaikan TKDN untuk menekan impor dan menjaga neraca perdagangan.

"Kamu cek aja siapa yang diganti," ujar Luhut kepada peserta rapat.

Sebelum memberi informasi mengenai pemecatan itu, Luhut juga sempat menyebut Pertamina ngawur. Pasalnya, Pertamina masih mengimpor pipa yang sebenarnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

"Pertamina itu ngawur-nya minta ampun. Masih impor pipa, padahal sudah bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu?," tuturnya.

Luhut juga sempat berbicara mengenai dirinya tidak pernah mengemis agar perusahaan asing berinvestasi di Indonesia. Luhut mengaku hanya membuat posisi Indonesia dengan perusahaan asing saling menguntungkan.
Lebih lanjut, Luhut menegaskan tidak mempermasalahkan jika perusahaan asing tidak jadi berinvestasi di Indonesia. Sebab, dia masih percaya banyak perusahaan hebat di dalam negeri."Jadi kalau orang bilang dia ini hebat-hebat, kalau dia mau pergi, ya pergi saja. Cari yang lain. Banyak yang masih bagus-bagus di republik ini. Jadi kita kerja tim," ujar Luhut.Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih enggan mengungkap siapa pejabat yang dimaksud.Ia juga tidak ingin memberi gambaran seperti apa pencapaian pemenuhan TKDN di Pertamina saat ini. Ia justru meminta konfirmasi ini ditanyakan langsung ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati karena terkait operasional."Bisa nanya ke dirut," ucap Ahok singkat.Kendati begitu, ia memberi sinyal bahwa sebenarnya jajaran komisaris pernah membahas persoalan TKDN kepada direksi. Khususnya terkait target pemenuhan TKDN yang harus dicapai perusahaan."Sudah ada angkanya (target TKDN), cek ke dirut," imbuhnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler