Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kedua terduga teroris tersebut diketahui bernama M Rizaldy S (46) dan Sanjai Ajis (23). Keduanya ditangkap di Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pukul 06.00 WIB, Rabu (6/1/2020) karena diduga terlibat pengeboman gereja di Jolo, Filipina, pada 2019.

"Saat ditangkap kedua pelaku melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," katanya seperti dikutip Detik.com.

Kedua terduga teroris ini juga diketahui memiliki hubungan mertua dan menantu. Sanjai Ajis diketahui menikah dengan putri kedua Rizaldy. Selain itu, Sanjai Ajis juga merupakan jemaah pengajian sang mertua.

”Sanjai Ajis ini menikahi putri kedua dari Bapak Rizaldi tahun 2018. Selain itu, ia juga jemaah pengajian Pak Rizldy,” ungkap seorang tetangga kedua terduga teroris, Surahman (50).

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana menjelaskan, kedua terduga teroris ini tidak ada hubungannya dengan kelompok-kelompok dalam negeri. ”Ini kaitannya dengan pengeboman gereja di Jolo, Filipina. Jaringannya JAD,” ungkapnya.

Saat ini, tambah Witnu, polisi masih melakukan olah TKP dan penyisiran lokasi. Termasuk memeriksa beberapa saksi di lokasi.
"Sementara masih dalam pengembangan Kemudian masih dilakukan langkah-langkah olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi," imbuh dia.Kini kedua jenazah terduga teroris telah dievakuasi dan saat ini menjalani autopsi di RS Bhayangkara Polda Sulsel.Diketahui, pada 27 Januari 2019, bom meledak di sebuah gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina. Sebanyak 22 orang tewas dalam aksi ini dan ratusan orang cedera. Pengeboman ini sempat mendapat reaksi dari dunia internasional. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler