Kak Seto Bagikan Tips Orang Tua Hadapi Anak di Masa Pandemi
Murianews
Senin, 5 Oktober 2020 12:07:48
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berpikir positif dan mengurangi stress bisa menghindari dari terpapar Covid-19. Meski bukan yang utama, namun hal ini terbukti ampuh.
Praktisi Keluarga dan Anak Seto Mulyadi memberikan tips bagaimana keluarga terutama anak dan orang tua tetap beraktivitas dan berkreasi dengan riang gembira di masa pandemi Covid-19 ini.
Dalam talkshow bertajuk Mengajak Anak-Anak Bergembira di Masa Pandemi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta pada Minggu (4/10/2020), Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi, mengatakan orangtua harus membangun suasana rumah menjadi menyenangkan bagi anak.
"Orangtua harus berani berubah lebih tenang, sabar, gembira, dan penuh rasa syukur. Dengan begitu kita memposisikan jadi sahabat anak-anak," ujar Seto Mulyadi seperti dikutip laman resmi Satgas Covid-19.
View this post on Instagram
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu memberikan tips untuk menyiasati perubahan kondisi di era pandemi.Pertama, orang tua harus menyadari setiap orang punya daya adaptasi, kemampuan menyesuakan diri. Penyesuaian ini sangat penting terutama dalam menghadapi anak yang biasanya bertemu teman di sekolah.Kedua, orang tua mengedepankan diskusi dengan anak, bukan instruksi layaknya komandan kepada prajuritnya. Sehingga anak akan menemukan kenyamanan saat di rumah.Ketiga, tidak memaksakan anak untuk mengikuti seluruh materi pelajaran daring yang diberikan sekolah. Kurikulum sekolah yang diberikan pada siswanya ini masih mengacu pada situasi normal sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan masalah.Keempat, orang tua perlu mengapresiasi terhadap bakat dan potensi anak, bukan hanya semata-mata fokus pada pelajaran akademik semata. Apresiasi ini bisa menimbulkan tingkat kepercayaan diri pada anak."Apresiasi dari orang tua terhadap anak dengan potensi berbeda. Anak ditumbuhkan perasaan bangga terhadap diri sendiri karena ada dukungan keluarga," ungkap Kak Seto.Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Satgas Covid-19Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News



