Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dilansir detikcom, peristiwa imam masjid dibacok itu terjadi di Masjid Nurul Iman, Tanjung Rauncing, Kayu Agung, OKI, Jumat (11/9/2020). Peristiwa itu dipicu masalah kunci kotak amal yang dipegang pelaku, Meyudin, 58.

"Pelaku adalah bendahara yang juga ketua perlengkapan Masjid Nurul Iman. Jadi dia merasa tak senang kunci kotak amal yang dipegangnya diminta korban selaku ketua masjid," kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi, Selasa (15/9/2020).

Kemudian timbul niat pelaku menganiaya korban dengan senjata tajam. Pelaku mendatangi korban saat Salat Magrib dan membacoknya dengan parang sehingga sang imam jatuh terkapar.

Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri akibat kejadian itu. Muhamad Arif lalu dibawa ke RS Kayu Agung dan dirujuk kembali ke RSUP Mohammad Husein, Palembang.

"Kemarin (14/9/2020) sekitar pukul 04.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara untuk pelaku diamankan anggota Polsek Kayu Agung. Kami Jatanras mem-backup dan asistensi untuk penyidikannya," kata Suryadi.Adapun barang bukti yang diamankan dari lokasi adalah sebilah senjata tajam jenis parang. Korban tewas setelah mengalami luka di bagian leher, telinga, dan pipi kiri. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detikcom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler