Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain itu, ia juga mengkaim pernah bertemu dengan Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril.

Akibatnya, kediaman pria berumur 24 tahun ini digeruduk oleh sekelompok organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah, Sabtu (18/4/2020) lalu.

Baca: Pria Ini Ngaku Titisan Nabi Adam dan juga Cabuli ABG

Beruntung aparat Polres Serang Kota langsung turun tangan. Pria yang akrab disapa Latif itu kini diserahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang untuk ditindaklanjuti.

"Sudah diserahkan ke MUI. Kebetulan MUI yang punya kewenangan untuk melaksanakan pembinaan. Pada [Sabtu, 18 April 2020] juga bersama MUI mengamankannya," ujar Kapolres Kota Serang AKBP Edhi Cahyono dilansir Solopos.com, Senin (20/4/2020).

Kepada MUI, selain mengaku sebagai Imam Mahdi, pria ini juga mengaku sempat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam mimpi.

Baca: Viral Video Pelecehan Siswi SMA, Pengakuan Pelaku Bikin Geleng-Geleng Kepala

"Di depan Ketua MUI Kota Serang dan saya, Latif mengaku pernah bertemu Nabi Muhammad SAW dalam mimpi, dan bertemu Malaikat Jibril langsung dalam wujud manusia," tambah Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin.

Meski begitu, Latif yang juga santri di sebuah pondok pesantren di Taktakan, Kota Serang ini akhirnya dikembalikan kepada keluarganya.

"Muhammad Latif dikembalikan kepada keluarganya karena masih bisa dibimbing dan dibina untuk memperoleh ajaran Islam yang benar," tambah Amas.

Baca: Galau Skripsi, Mahasiswi Cantik di Kudus Pesta Sabu Bareng Dua Pria di KamarSebelumnya, orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi juga pernah membuat geger Jawa Barat. Kala itu Triani pria asal Depok, mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi pada 2019 lalu.Tetapi, Triani mengaku salah dan meminta maaf kepada masyarakat. Bahkan, ia juga telah bertaubat.Melihat fenomena pria yang mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi itu, MUI mengatakan hal tersebut bisa dilatarbelakangi ketidakadilan dan kemiskinan.Baca: Modal Rayuan Gombal, Buruh di Kudus Setubuhi Gadis Lugu Puluhan Kali"Iya biasanya ada latar belakang ketidakadilan. Menurut dia, ada latar belakang kemiskinan, dia melihat fenomena itu lantas kemudian dia mengaku Imam Mahdi tetapi itu gejala yang pemahaman konsep keagamaan yang salah, ya awam lah. Yang ikut dan diikuti sama-sama tidak paham secara mendalam ilmu keagamaan," kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi kepada Detik.com, Jumat (31/5/2019).Masduki menambahkan pada akhir zaman memang dijelaskan dalam hadist bahwa Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman atau kiamat. Tetapi, tak ada yang mengetahui kapan kiamat akan datang."Akhir zaman kapan itu tidak ada yang tahu. Sehingga siapa pun bisa mengaku-ngaku, biasanya muncul gejala Imam Mahdi itu seperti itu ketika merasa ada proses ketidakadilan di masyarakat. Ada proses ketidakadilan dan latar belakang kemiskinan, kalau lihat kondisi sekarang Indonesia tidak miskin amat," tambahnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com, Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler