Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, impor beras itu dilakukan untuk memenuhi cadangan beras nasional. Selain itu juga untuk cadangan apabila terjadi el nino.

Jokowi mengatakan, stok cadangan beras harus dijaga karena Indonesia akan menghadapi el nino atau musim kering panjang yang berdampak pada produksi beras dalam negeri.

”(Impor) itu untuk cadangan Bulog, karena kemungkinan akan ada yang namanya el nino, kering panjang, sehingga Bulog dan Badan Pangan mempersiapkan diri dengan memperkuat cadangan berasnya,” kata Jokowi seusai menanam padi di Tuban, Kamis (6/4/2023) mengutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Baca: Ini Alasan Bapanas Kekeh Impor Beras 2 Juta Ton Tahun Ini

Ia mengingatkan, impor ini dilakukan supaya Indonesia tidak perlu kebingungan untuk mengimpor beras dari luar negeri ketika sudah memasuki musim kering panjang kelak.
”Ini yang kita hindari karena el nino tidak hanya di indonesia saja, di negara-negara (lain) itu juga terjadi,” kata Jokowi.Sebelumnya, dalam surat yang ditulis oleh Bapanas menyatakan penugasan impor beras kepada Bulog merupakan hasil rapat Bapanas dengan Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2023 dengan topik Ketersediaan Bahan Pokok dan Persiapan Arus Mudik Idul Fitri 1444 H.”Kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai dengan akhir Desember 2023. Pengadaan 500.000 ton oertama dilaksanakan secepatnya,” tulis Arief dalam suratnya.Baca: Panen Raya, Pemerintah Malah Berencana Impor Beras LagiArief juga meminta Bulog untuk tetap mengoptimalkan penyerapan hasil produksi dalam negeri terutama selama masa Panen Raya Maret-Mei 2023.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler