Senin, 4 Maret 2024

Bappenas Akui Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Hingga 2024 Cukup Berat

Cholis Anwar
Kamis, 6 April 2023 12:14:04
Ilustrasi kemiskinan (Freepik)
Murianews, Jakarta – Pemerintah mempunyai target untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen di 2024. Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menilai hal ini cukup berat. Suharso mengatakan, sejauh ini pengentasan kemiskinan ekstrem memang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. Namun, untuk benar-benar menghilangkan kemiskinan ekstrem pada 2024 diakuinya cukup berat. ”Salah satu tantangan pembangunan yang masih tinggi adalah jumlah penduduk miskin yang harus dientaskan. Disadari bahwa kita masih menghadapi tantangan dalam melaksanakan program-program penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,” kata Suharso mengutip Detik.com, Kamis (6/4/2023). Baca: Apel Tiga Pilar, Pj Bupati Jepara Bahas Isu Pemilu dan Kemiskinan Menurutnya, gap jumlah penduduk miskin yang harus dientaskan semakin tinggi karena penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem belum efektif. Tantangannya karena data belum akurat, program belum terintegrasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi belum berkelanjutan. ”Beberapa upaya telah dilakukan dan perlu dilanjutkan serta dipertajam khususnya untuk memperbaiki data secara total pada setiap lapisan, serta integrasi program yang disertai dengan pemberdayaan ekonomi yang masif,” tegas Suharso. Suharso mengatakan, untuk mencapai miskin ekstrem nol perlu mengentaskan maksimal 5,6 juta orang di 2024 dan tantangan itu diakui cukup berat. Baca: Ganjar Gandeng PKK Kendalikan Inflasi dan Turunkan Kemiskinan di Jateng ”Kami bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri yang kemudian dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu regsosek (registrasi sosial ekonomi), ini dimaksudkan antara lain untuk mengurangi inclusion dan exclusion error pada para penerima manfaat dari program nasional,” tuturnya.

Baca Juga

Komentar