Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Cuaca buruk yang yang terjadi di Perairan Kalimantan Barat, pada Selasa (13/7/2021) malam, membuat 17 Kapal Motor (KM) Nelayan tenggelam. Hingga Minggu (18/7/2021) ini, upaya pencarian masih terus dilakukan.

Menurut Kepala Kantor SAR (Search and Rescue) Pontianak, Kalimantan Barat, Yopi Haryadi, menyatakan, sebanyak 8 unit kapal sudah ditemukan. Sedangkan 9 kapal lainnya masih dalam upaya pencarian.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (18/7/2021), Yopi Haryadi juga menyebutkan, ada 134 orang yang terlibat dalam situasi buruk ini. Dari jumlah tersebut sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan.

Kemudian sampai saat ini, sebanyak 42 orang masih dalam upaya pencarian. Sedangkan 10 orang korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dari 10 orang ini, sebanyak 5 orang diantaranya masih belum terindentifikasi.

"Salah satu KM yang tenggelam, adalah KM CSSK yang berangkat mencari ikan tanggal 11 Juli 2021, dan pada tanggal 13 Juli 2021 KM itu bersama tiga ABK berada di sekitar Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, namun hingga saat ini korban belum bisa dihubungi dan belum kembali ke rumahnya," ujar Yopi Haryadi.

Upaya pencarian masih dilakukan pihaknya bersama TNI AD dan Potensi SAR yang ada. Pencarian dilakukan di sepanjang pesisir pantai masih dilakukan hingga Minggu (18/7/2021) siang, terhadap kemungkinan ditemukannya 42 orang yang dinyatakan masih hilang.

Pencarian di sepanjang pesisir pantai, termasuk juga melalui daratan dilakukan, karena diduga para korban sudah terdampar di pesisir pantai. Metode ini digunakan untuk bisa segera memastikan keberadaan para korban."Hari ini (Minggu, 18/7/2021) kami dibantu oleh sebanyak 20 kapal pencarian dari berbagai instansi yang dibagi dalam empat sektor pencarian, kemudian dibantu oleh Lanud Supadio Pontianak dengan mengerahkan satu Heli Super Puma dan satu pesawat Maritim milik TNI AL," katanya menjelaskan.Menyusul cuaca buruk yang terjadi di perairan Kalimantan Barat pada Selasa (13/7/2021) malam, Kantor SAR Pontianak mendapatkan laporan hilangnya sejumlah kapal nelayan.Kejadian ini terjadi di sejumlah perairan di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan beberapa perairan lainnya di Kalimantan Barat. Cuaca yang buruk membuat kapal-kapal nelayan tenggelam.Pada saat kejadian, gelombang laut yang terjadi di perairan tersebut mencapai ketinggian sampai 5 meter. Sehingga 14 kapal nelayan dilaporkan tenggelam. Sampai hampir sepekan ini, upaya pencarian terhadap kapal-kapal milik nelayan masih dilakukan.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News