Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Pemerintah sudah menetapkan Idul Fitri akan jatuh pada Kamis (13/5/2021) besok. Ketetapan itu diputuskan dalam Sidang Isbat yang digelar pada Selasa (11/5/2021) petang di Jakarta.

Berkaitan dengan hal itu, pemerintah juga menyampaikan himbauan agar masyarakat tetap memperhatikan protocol Kesehatan di dalam melaksanakan Sholat Idul Fitri. Kegiatan Sholat Idul Fitri diminta digelar dalam skema terbatas dan mematuhi protocol Kesehatan.

Selain itu, Sholat Idul Fitri hanya boleh dilaksanakan di wilayah-wilayah zona kuning dan hijau. Sedangkan wilayah yang masuk di zona merah dan orange, pemerintah meminta agar sholat Idul Fitri dilakukan di rumah masing-masing.

Untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri, ada beberapa hal yang perlu diingat. Salah satunya mengenai bacaan niat dan tata cara Sholat Idul Fitri.

Berikut ini bacaan niat dan tata cara sholat Idul Fitri:
Pertama adalah membaca Niat salat Idul Fitri "Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'ataini lillahi ta'ala," (Aku berniat salat Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta'ala).

Kemudian membaca Takbiratul Ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan, yang dilanjutkan dengan membaca doa Iftitah. Selanjutnya membaca Takbir sebanyak 7x pada rakaat pertama.

Pada sela-sela setiap takbir, tersebut juga membaca secara pelan “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar". (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar)
Pada sela-sela setiap takbir, tersebut juga membaca secara pelan “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar". (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar)Lalu kemudian seperti halnya sholat biasa, membaca Surat al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal. Dalam hal ini disunahkan untuk membaca surat pendek surat al-A'la.Kemudian Ruku’, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua dan berdiri lagi. Semua dilakukan dengan doa seperti pada sholat biasa sehari-hari.Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, kembali membaca takbir sebanyak 5x seraya mengangkat tangan. Sama seperti di rekaat pertama, di antara setiap takbir itu membaca secara pelan (sirr): "Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar”.Kemudian membaca Surat al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal. Kalau pada rekaat pertama disunahkan Surat Al-Ala’, maka untuk rakaat kedua disunnahkan membaca Surat al-Ghasyiyah.Dilanjutkan, ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tahiyyat dan diakhiri salam. Bacaan doanya sama dengan sholat biasa. Setelah selesai disunnahkan khutbah Idul Fitri (apabila dikerjakan secara berjamaah).Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: tribunews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News