Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan harus segera mengakselerasi sejumlah langkah yang direncanakan pemerintah untuk menghadapi dampak krisis global.

"Perintah Presiden pada Musrenbangnas akhir April 2022 lalu harus benar-benar diakselerasi oleh para menteri di lapangan, sehingga kita benar-benar mampu menghadapi ancaman krisis global," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/5/2022).

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 27 April 2022 lalu mengusung tema “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Dalam mewujudkan tema tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan agar para pembatunya melaksanakan sejumlah langkah agar mampu mengantisipasi krisis global.

Langkah tersebut antara lain, bekerja fokus untuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, mempercepat proses hilirisasi industri yang dilakukan di dalam negeri, meningkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi, meningkatkan investasi yang berdampak penciptaan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, dan sejumlah agenda strategis untuk peningkatan SDM harus terus berjalan.

Menurut Lestari, deretan tugas dari Presiden itu memang tugas yang tidak mudah, tetapi harus segera diakselerasi realisasinya di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu saat ini.

Karena itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, permintaan fokus bekerja dari Presiden kepada para pembantunya harus menjadi perhatian serius, sehingga para menteri harus cermat merealisasikan setiap target dari tugas yang menjadi tanggung jawab mereka.Pada kesempatan itu juga ditetapkan sejumlah sasaran pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah 2023, antara lain pertumbuhan ekonomi 5,3–5,9%, tingkat pengangguran terbuka 5,3–6,0%, tingkat kemiskinan 7,5–8,5%, rasio gini 0,375–0,378, dan indeks pembangunan manusia 73,31–73,49.Sejumlah parameter pertumbuhan itu, ujar Rerie, membutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkannya, dengan selalu mengedepankan kepentingan bangsa sebagai yang utama.“Kami sangat berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat luas memiliki pandangan yang sama terkait upaya bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini,” pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler