Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kalangan penyedia jasa ojol ini pun melengkapi layanan mereka dengan berbagai macam pelindung. Seperti yang diterapkan Grab dengan menghadirkan GrabBike Protect.

Selain menyiapkan masker dan hand sanitizer, armada driver Grab kini dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah, untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan pengemudi.

Partisi ini bentuknya seperti tas yang bisa digendong pengemudi. Protector ini disebut bisa menghindari droplet yang menjadi awal penularan virus corona.

Namun ada cerita lucu dari penggunaan protector pemisah antara penumpang dan driver ini. Salah satu driver ojol disebut mirip pakai baju Gatot Kaca karena memakai partisi itu. Ini seperti dialami Adhitya Saputra, driver Grab di Yogyakarta.

”Saya dibilang seperti Gatot Kaca, saat pertama kali pakai protector ini. Soalnya saya termasuk yang pertama kali mendapat alat pelindung ini di Yogya,” katanya.

Meski dibilang seperti Gatot Kaca, Aditya mengaku justru merasa lebih aman dan nyaman menggunakan protector itu.

”Alat ini dipakai untuk perlindungan saya dari wabah tak terlihat yang bisa saja saya dapatkan di jalanan. Seminggu pertama memakainya, saya jadi pusat perhatian di jalanan,” ujarnya.

Menurut dia, dari baju Gatot Kaca itu justru penumpang sering mengajaknya ngobrol. Kadang obrolan basa-basi, kadang juga malah tanya-tanya fungsi ini-itunya.

”Saya sih senang-senang saja menjawabnya. Dulu sebelum pakai ini, beberapa penumpang seringnya jaga jarak pas di motor. Sekarang mereka merasa lebih aman kalau ngobrol sama saya,” akunya.
”Saya sih senang-senang saja menjawabnya. Dulu sebelum pakai ini, beberapa penumpang seringnya jaga jarak pas di motor. Sekarang mereka merasa lebih aman kalau ngobrol sama saya,” akunya.Ia menyebut, juga membuatnya menjaga kecepatan aman saat bawa penumpang. Bentuknya memang sudah aerodinamis, sehingga tetap aman untuk digunakan pada kecepatan berkendara normal sekitar 60-90 km/jam.”Terlebih lagi, saya juga selalu siap masker tambahan, hand sanitizer, dan lap. Mau ada yang naik, saya semprot tangannya. Pas dia turun, motor yang saya semprot, begitu juga dengan pelindungnya. Jadi, aman untuk penumpang berikutnya,” terangnya.Sementara itu, Tyas Widyastuti, Director of 2-Wheels & Logistics, Grab Indonesia dalam siaran persnya yang diterima MURIANEWS mengatakan, pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri, termasuk di perusahaanya.“Melalui program seperti GrabProtect, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai,'' katanya.Menurut dia, fitur protrector itu membuat para mitra pengemudi siap untuk mengejar rezeki lagi dan membantu masyarakat merasa nyaman untuk beraktivitas di masa 'new normal.Selain itu juga dihadirkan fitur baru yang mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang dan pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler