Tiga Negara Terbitkan Peta Laut Elektronik Selat Malaka-Singapura Edisi Terbaru
Ali Muntoha
Jumat, 18 Oktober 2019 13:21:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Peta laut elektronik edisi terbaru ini menggantikan edisi ke-5 yang terbit pada tanggal 15 November 2016 lalu.
Dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS.com, Jumat (18/10/2019), Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro mengatakan, edisi terbaru MSS ENC ini terdiri dari 6 cell. Meliputi Selat Malaka mulai dari One Fathom Bank, Perairan Riau Indonesia hingga Selat Singapura bagian timur.
MSS ENC ini adalah ENC resmi, yang memenuhi standar dan spesifikasi International Hydrographic Organization (IHO). Penggunaannya bersama dengan ECDIS akan memenuhi persyaratan dari konvensi Safety Of Life At Sea (SOLAS) tentang keselamatan navigasi kapal-kapal.
“MSS ENC menjadi model kerja sama regional antarkantor hidrografi suatu negara yang menjadi percontohan organisasi hidrografi internasional lainnya,” kata Chief Hydrographer Indonesia tersebut.
Sementara itu, Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana menambahkan, terkait keselamatan pelayaran pada 5 area critical yaitu Batu Berhanti, Karang Banteng, selatan Pulau Sebarok, Cape Richardo dan one fathom bank, dibuat dengan high density bathymetri menggunakan kerapatan contour 1meter.
MSS ENC edisi ke-6 ini menurut dia, menggabungkan data-data baru dari survei hidrografi bersama di Selat Malaka dan Selat Singapura yang dilakukan oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura pada tahun 2018.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



