Senin, 4 Maret 2024

Bencana Alam Paling Menggemparkan: Gempa Cianjur Hingga Erupsi Semeru

Murianews
Senin, 26 Desember 2022 08:10:15
Foto : Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG pukul 06.30 WIB, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12). (BNPB/CCTV Pos pantau PVMBG)
Murianews, Jakarta – Sepanjang 2022, Indonesia masih terus dihadapkan dengan bencana alam yang tak berkesudahan. Tidak hanya banjir yang setiap tahun hadir menyambangi berbagai wilayah di Indonesia. Ada juga bencana gempa bumi di tahun ini yang terjadi di dua lokasi dengan guncangan yang cukup mengerikan. Kemudian ada juga erupsi Gunung Semeru yang pada akhir 2021 telah menelan banyak korban, tahun ini juga kembali erupsi. Dalam kesempatan ini. Murianews merangkum tiga peristiwa bencana alam yang paling menggemparkan di Indonesia. 1. Gempa Kabupaten Cianjur [caption id="attachment_335122" align="alignleft" width="880"] Rumah roboh akibat gempa di Cianjur (Dok.BNPB)[/caption] Bencana alam yang paling mengerikan terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dengan Magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022). Bupati Cianjur Herman Suherman melaporkan, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi ini mencapai 334 jiwa. Kemudian jumlah korban gempa yang mengalami luka berat mencapai 593 orang. Jumlah pengungsi mencapai 114.683 jiwa yang berasal dari 41.166 KK. ”Pengungsi 114.683 jiwa, yakni pengungsi laki-laki 54.781 jiwa, perempuan 59.902 jiwa, penyandang disabilitas 147 jiwa, ibu hamil 1.640 jiwa, dan lansia 7.453 jiwa,” jelas Herman. Gempa di Kepulauan Mentawai [caption id="attachment_343322" align="alignleft" width="880"] Warga Berhamburan ke Luar rumah saat gempa Mentawai (Twitter)[/caption] Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Minggu (11/9/2022) diguncang gempa dengan Magnitudo 6,4. Gempa terjadi gempa pukul 10.29 WIB. Adapun titik gempa berada di Koordinat 0,99 derajat Lintang Selatan dan 98,53 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di 161 km arah barat laut kepulauan mentawai pada kedalaman 10 km. Akibat gempa ini, banyak bangunan terutama fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai, Novriadi mengatakan, jumlah pengungsi akibat gempa Mentawai tercatat ada sebanyak 2.326 orang. ”Secara total hingga sore ini ada 2.326 jiwa yang mengungsi dari 494 kepala keluarga. Masing-masing, 1.188 orang perempuan dan 1.138 laki-laki,” kata Novriadi. Menurutnya, semua pengungsi berasal dari tujuh dusun yang ada di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat. Tujuh dusun tersebut adalah Saboilogkat, Sute’uleu, Muara Selatan, Muara Utara, Betaet Utara, Betaet Selatan dan Sakaldhat. Gunung Semeru Kembali Erupsi [caption id="attachment_338022" align="alignleft" width="880"] Seorang relawan tengah mengevakuasi ennek yang terdampak erupsi Gunung Semeru (Twitter)[/caption] Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) kembali erupsi pada Minggu (4/12/2022) pukul 02.46 WIB. Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan, setinggi kurang lebih 1,5 km di atas puncak. PVMBG juga telah menaikkan status Gunung Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan sebanyak 2.219 warga di sekitar Gunung Semeru mengungsi menuju tempat aman. Saat ini terdapat 12 titik pengungsian yang sudah disiapkan. Tidak hanya itu banyak rumah warga rata dengan tanah akibat diterjang banjir lahar dingin.   Penulis: Cholis Anwar Editor: Cholis Anwar Sumber: Kompas.com, BNPB, CNNIndonesia.com

Baca Juga

Komentar