Sabtu, 9 Desember 2023

Jelang Ramadan, Maruf Amin Minta Percepatan Vaksinasi Diintensifkan 

Murianews
Senin, 14 Maret 2022 20:03:11
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin membuka Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, IPHI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah. (MURIANEWS.com)
[caption id="attachment_178674" align="alignleft" width="880"]Jelang Ramadan, Maruf Amin Minta Percepatan Vaksinasi Diintensifkan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin membuka Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, IPHI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah. (MURIANEWS.com)[/caption]

MURIANEWS, Jakarta- Wakil Presiden Maruf Amin kembali meminta kepada TNI dan Polri untuk menggalakkan program vaksinasi masal. Menurutnya, hal itu cukup efektif untuk proses percepatan vaksinasi.

Menurutnya saat ini masyarakat masih bayak yang enggan untum dikakukan vaksinasi. Padahal, lanjut Maruf, apabila capaian vaksinasi ini bagus pada saat puasa dan lebaran juga akan lebih nyaman.

"Ada fakta di lapangan bahwa masyarakat itu kendur, masyarakat agak kendor untuk vaksinasi. Wapres meminta kepada seluruh instansi, baik TNI, Polri, BIN, Menteri Kesehatan seluruh stakeholder di pemerintahan untuk mengintensifkan vaksinasi agar jangan sampai kendur karena kalau kendur akan ada efek-efek lain," ujar Ma'ruf, Senin (14/3/2022)

BacaVaksinasi di Kudus 93 Persen, Swasta Ikut Terlibat

Ma'ruf Amin sendiri diketahui sebelumnya memimpin rapat evaluasi PPKM secara virtual. Masduki mengatakan Ma'ruf memberi arahan soal langkah untuk mengintensifkan vaksinasi, salah satunya dengan jemput bola.

"TNI, Polri, BIN untuk jemput bola lakukan langkah-langkah itu (intensifkan vaksinasi)," tuturnya.

BacaPati Kejar Capaian Vaksinasi, Bidan Desa Ditarget Suntik 10 Lansia

Ma'ruf Amin menekankan pentingnya vaksinasi Corona, terutama menjelang Ramadhan. Dia juga menyoroti soal vaksin yang hampir kedaluwarsa sehingga harus segera dihabiskan.

"Karena ini juga menjelang Ramadhan dan liburan, perlu ada kebijakan khusus, tapi belum dirumuskan kebijakan khususnya seperti apa. Tapi bagaimana agar liburan Lebaran yang orang diperkirakan akan pulang harus dikaitkan dengan intensifikasi vaksinasi itu," terangnya.

Dia juga menyayangkan adanya vaksin yang hampir kedaluarsa, tetapi tidak segera dilakukan injeksi kepada masyarakat. Sehingga vaksin juatru terbuang sia-sia.

"Karena ternyata banyak sekali di kita vaksin yang sudah hampir kedaluwarsa oleh sebab itu maka perlu diintensifkan untuk vaksinasinya, terutama hal yang paling pokok daerah-daerah yang levelnya masih rendah vaksinasinya, itu juga perlu diintensifkan," tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: detik.com

Komentar