Senin, 4 Maret 2024

Bahas Inovasi Pendidikan, Zhafira Aqyla Jadi Pembicara di Istanbul Youth Summit 2022

Murianews
Jumat, 28 Januari 2022 12:42:08
Zhafira Aqyla (MURIANEWS/ISTIMEWA)
[caption id="attachment_268355" align="alignleft" width="880"]Bahas Inovasi Pendidikan, Zhafira Aqyla Jadi Pembicara di Istanbul Youth Summit 2022 Zhafira Aqyla (MURIANEWS/ISTIMEWA)[/caption] MURIANEWS, Istanbul- Zhafira Aqyla, salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menggarap penelitian di Osaka University kota Osaka, Jepang berkesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara Istanbul Youth Summit (IYS) 2022. Dalam acara yang akan dilaksanakan pada 14-17 Februari itu, akan membahas tentang inovasi dunia Pendidikan. "Aku ingin sekali menaruh harapan pada generasi selanjutnya dengan memberikan pendidikan yang sesuai minat dan bakatnya," tutur Zafira dalam keterangan tertulis yang diterima MURIANEWS, Jumat (28/1/2022). Zhafira melihat adanya kesenjangan pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya dalam menyoal pendidikan seksual dari perspektif Islam. "Masih sedikit sekali literatur dan pengetahuan akademis yang membahas tentang hal ini,” Ungkap Zhafira. Ia menyampaikan bahwa platform edukasi pendidikan seksual sebenarnya telah banyak terbentuk, namun masih sedikit cendekiawan yang membahasnya dari perspektif Islam. Proyek ini telah dimulai bersama tim yang ia rekrut langsung sejak November 2021 dan terus berjalan hingga sekarang. Baca: WOW! Anggaran Dinas Pendidikan Grobogan Paling Tinggi, Segini Jumlahnya "Topik ini masih sangat uncharted (belum terpetakan) dan membuat aku berpikir, kalau bukan aku, siapa lagi yang akan mulai menggali lebih dalam terkait topik ini,” Lanjut Zhafira. Zhafira juga juga menyayangkan maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, jika masyarakat teredukasi mengenai pendidikan seksual, kasus-kasus ini dapat dihindari. Korban pelecehan seksual dapat mengetahui apa yang harus dilakukan serta kemana korban bisa meminta pertolongan. Keluarga korban pun dapat memberikan empati untuk membantu memulihkan kondisi fisik dan psikologis korban. Pendidikan seksual yang diberikan dapat menjadi bentuk tindak pencegahan ataupun mengurangi dampak negatif yang dihasilkan dari suatu kejadian. Baca: Siapkan SDM Tangguh, Pemerintah Gelontorkan Rp 541,7 untuk Pendidikan Zhafira juga berpendapat, pendidikan seksual dalam komunitas muslim masih belum sampai tahap pemberian solusi. Hal ini dikarenakan masih belum tersedianya kurikulum jelas yang membahas tentang pendidikan seksual. “Masyarakat Indonesia harus mulai mencari solusi dan mengeksekusinya. Saya harap nanti berharap dapat memberikan edukasi secara umum, baik bagi anak, guru, maupun orang tua,” terangnya. Ia juga berencana akan membuat ed-tech berbentuk aplikasi digital atau situs web yang berfungsi untuk memberikan dukungan kepada orang tua dan guru untuk mengajarkan pendidikan seksual kepada para anak dan siswa sesuai dengan tingkat usia. Dengan ed-tech ini, orang tua dan guru dapat memiliki petunjuk, sehingga seluruh anak di Indonesia dapat memperoleh pendidikan seksual yang sama dan merata. “Saya sangat mengapresiasi seluruh instrumen yang telah mempersiapkan acara IYS. Saya harap kehadiran saya di acara IYS 2022 mendatang dapat memberikan wawasan dan inspirasi baru serta dapat menjadi ladang ilmu bagi para peserta dan bahkan juga pembicara lainnya,” tutup Zhafira.   Penulis: Inayah Salsabil Editor: Cholis Anwar  

Baca Juga

Komentar