Senin, 4 Maret 2024

BMKG Pastikan Berita Indonesia Dilanda Gelombang Panas Hoaks

Murianews
Minggu, 17 Oktober 2021 08:40:24
Tangkap layar berita hoaks Gelombang Panas Melanda Indonesia. (dok.BMKG)
  [caption id="attachment_246495" align="alignnone" width="1024"] Tangkap layar berita hoaks Gelombang Panas Melanda Indonesia. (dok.BMKG)[/caption] MURIANEWS, Jakarta - Beredar pesan berantai di berbagai platform media sosial dan Whatsapp bahwa Gelombang Panas Kini Melanda Negara Indonesia. Disebutkan bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan berita yang beredar itu tidak tepat dan tidak benar (Hoaks). Kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas. Baca juga: Cuaca Ekstrem, Petinggi di Jepara Diminta Tingkatkan Koordinasi Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas. Baca juga: AMSI Temukan Ribuan Hoaks selama Pandemi, Paling Banyak Soal Vaksin "Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi. Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut. Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," tulis BMKG dikutip dari laman resminya, Minggu (17/10/2021). Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami 29 Meter di Pantai Selatan Jatim, Wonogiri Diminta Waspada Gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat. Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut. "Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca dan iklim 24 jam, yaitu melalui: http://www.bmkg.go.id; follow media sosial @infoBMKG; aplikasi Info BMKG di IOS maupun Android," tulis BMKG. Penulis: Zulkifli Fahmi Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar