Jumat, 29 September 2023

Polisi Tilang Pengemudi Mobil Angkut Sepeda, Ini Penjelasan Dirlantas

Murianews
Kamis, 30 September 2021 17:59:17
Tangkap layar video viral sepeda diangkut dalam mobil pribadi yang ditilang polisi. (MURIANEWS/Istimewa)
[caption id="attachment_243097" align="alignleft" width="1024"] Tangkap layar video viral sepeda diangkut dalam mobil pribadi yang ditilang polisi. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

MURIANEWS, Jakarta – Sebuah video viral seorang pengemudi mobil ditilang polisi di Jalan Parimeter Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Gara-garanya, mobil itu mengangkut sepeda di dalamnya.

“Dengan bapak Rizki? Saya ini naik mobil di Jalan Perimeter Bandara. Jadi saya hari ini bawa sepeda nih katanya nggak boleh, nih sepedanya. Maaf ya temen-temen YouTuber, sorry nih saya bawa sepeda nih,” ujar pengemudi mobil seperti dilihat di video viral yang dikutip MURIANEWS, Kamis (30/9/2021).

Polisi itu pun kemudian menjelaskan harusnya pengangkutan sepeda di mobil menggunakan alat khusus atau bracket. Perbincangan pengemudi mobil dan polisi berlangsung santai.

“Kalau mau bawa sepeda, harusnya dikasih alat yang di sini,” ujar Rizki sambil menunjuk ke bagian bagasi belakang mobil. “Karena kan ketentuan mobil ini untuk orang,” lanjutnya.

Si pengemudi pun kemudian menanyakan pasal yang akan dikenakan padanya. Polisi menjelaskan, pengemudi dikenakan Pasal 307 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tentang daya angkut barang Pasal 307 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lihat di Google yah,” katanya.

Si pengemudi kemudian menjelaskan dirinya membawa sepeda untuk diperbaiki. “Ya nggak apa-apa ditilang dulu ya, Pak, ya,” kata polisi lagi.

Menanggapi peristiwa itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan anggota di lapangan itu salah menerapkan pasal. Menurutnya seharusnya anggota tersebut menerapkan Pasal 283 UU LLAJ.

“Dapat kami sampaikan bahwa anggota tersebut 'salah' dalam menerapkan pasal 307 menjelaskan tentang kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang membawa barang melebihi dimensi angkutan dan dapat membahayakan keselamatan,” kata Sambodo, dikutip dari Detikcom, Kamis (30/9/2021).

“Sedangkan apabila akan menindak kendaraan berpelat hitam seharusnya menggunakan pasal 283: 'Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dipengaruhi suatu keadaan dapat mengganggu konsentrasi berkendara' (apabila barang yang ada di dalam kendaraan cukup besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan),” papar Sambodo.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Komentar